Minggu, 18 September 2016

JEDA WAKTU TANPAMU

Dalam hidupku, aku bertemu perempuan yang selalu ingin tau tentangku, yang mengabarkan perihal dirinya sendiri tanpa di pinta, yang tak henti melulu melihat kepadaku saja, yang mengetuk waktuku tak mengenal jeda hari, dan bahkan sering memaksakan hendak untuk menuntaskan rindu.
upa tanah.. Dia adalah ketenangan tempatku pijakkan kesedihanku..
Dia juga yang tak serupa apapun,
yang telah menyerupa di kepiluan hati yang kusebut rindu…

Kamulah yang tak serupa apapun
yang telah menyerupa di keperihan hati yang kusebut penantian.
Mungkin bukan keperihan, hanya saja kebahagiaan yang ditundakan..

Malam masih dengan sunyi yang sama, menikuk-nikukkan kesepian yang meraja. menembuskan kenyerian yang seolah-olah telah menjadi sahabat bagi keheningan rasa.

Aku tau, inilah jeda waktu tanpamu.
Dan aku ingin kamu tau, tanpamu pun aku bisa mencintaimu.
Adakah doamu sama dengan doaku, kelak dan sesegera mungkin rindu ini tunai oleh pertemuan? Jika iya, maka amin-kan lah doa ku,
dan pada apapun doamu akan aku amin-kan

Selamat menidurkan letih sayang..
Ingin sekali rasanya melihat wajah pulas tidurmu, sembari mendoa agar indah mimpimu dan hilang letihmu.
Ah tidak harus melihat disisimu, bahkan di jarak yang merentang kita, doaku tentu ada untukmu.
Lelaplah, dan esok bangunlah untuk hidup yang lebih bahagia.
Jarak, tentang itu sudah ku katakan itu bukanlah masalah. Meski kita di bentang laut yang maha luas sekalipun.
Waktu, tentang itu sudah ku katakan itu bukanlah masalah. Meski kita di jeda milyaran detik untuk bertemu sekalipun.
Hadiah untuk jarak dan waktu yang akan berbaik hati padaku. Ahh semoga kamulah jawaban dari kesungguhanku.

I Miss You..